Robusta Sayang Yang Dipandang Sebelah Mata

0
18
robusta yang baik

Spesialti kopi sedang ramai diperbincangkan dan menjadi menu andalan hampir di semua kedai kopi di Kota tempat saya tinggal. Industri dari spesialti kopi ini pun sering menganaktirikan keberadaan robusta, sering dipandang sebelah mata.

Robusta Kerinci

Padahal bila kita tarik cerita kebelakang kopi ini (baca: robusta) pernah berjaya. Kandungan kafein yang tinggi dengan rasa yang khas membuat robusta menjadi primadona di masa lalu.

Sekarang..

Cerita dan industri pun bergeser, begitu juga si robusta. Saat ini panggung seduh dipenuhi dengan Arabika karena dianggap flavorfull dan memiliki rasa dan aroma yang banyak rupa, dari sisi kafein juga terbilang rendah. Alhasil robusta dianggap jadul, minuman orang-orang dulu, minuman para pekerja kasar yang tidak mempedulikan soal rasa dan kualitas.

Tapi kawan, cerita kita belum usai..

Mereka yang memandang robusta sebelah mata sebenarnya tidak tahu bahwa robusta juga ada kelasnya. Mungkin kalian pernah dengar istilah fine robusta?! Yap! ini bukan hanya sekedar istilah atau sebutan, tapi gelar untuk robusta yang berkualitas tinggi, jangan salah ya.. ada q-grader-nya juga.

Di seberang sana, Vietnam. Robusta masih sangat dicintai, bila kalian pernah mendengar kopi Vietnam atau kopi dengan metode seduh Vietnamese drip maka ketahuilah aslinya orang-orang Vietnam menyeduh kopi ini dengan menggunakan biji robusta. Dan melalui Vietnamese drip inilah saya mulai sadar bahwa kopi ada kelasnya.

Robusta bisa enak dan sebaliknya, hanya saja jika para petani dan mereka yang terlibat dalam proses di hulu tahu bagaimana ‘mengasuhnya’. Para roaster pun punya peran membantu untuk ‘mengeluarkan’ cita rasa yang maha ajaib jika mengenal lebih dalam tentang biji ini.

robusta baik
source : instagram.com/kupaikorintji

Kawan-kawanku pecinta kopi dimana pun berada, baik yang ngopi pakai gula atau pun sianida tidak, baik yang manual brew atau pun espresso based. Marilah kita berhenti menganggap robusta adalah kopi murah dan tak nikmat. Dalam menikmati robusta baiknya kita mengingat lagi satu pepatah lama yang mengatakan tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka nikmat pun turut melayang.

Umumnya robusta bisa kita temui di pasar, tapi jangan sedih lagi ya ‘my lov‘ karena kini robusta sudah masuk kedai kopi.

Kawanku, mari sekali lagi kita beri kesempatan pada robusta, agar tak arabika saja yang mengisi panggung seduh kita. Dan yang paling penting, mari kita hindari perdebatan perihal kopi enak, karena yang enak belum tentu setia, syaaah… 🙂

Salam dari petani Kerinci

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini