Opini Masyarakat Awam Tentang Penikmat Kopi

0
6
opini kopi

Halo teman-teman, hari ini tidak begitu cerah di tempat tinggal saya, Kota Sungaipenuh. Meski pun tak cerah semangat harus tetap di pompa tentunya. Berhubung saya tinggal di lingkungan masyarakat yang masih menilai banyak hal dengan timbangan ‘nenek moyang’ maka saya akan bercerita mengenai beberapa opini yang beredar di lingkungan saya, mungkin juga lingkungan teman-teman, opini ini benar-benar ngawur.

Memang sih, opini hadir tentunya dengan alasan. Dan yang sangat disayangkan adalah opini keliru ini justru berasal dari mereka yang sama sekali tidak ‘bersentuhan’ dengan kopi.

Melalui tulisan ini, mari sama-sama kita beri pengertian dan pengetahuan agar kekeliruan ini tidak berlama-lama melekat di masyarakat kita.

Pertama, Penikmat Kopi Adalah Kaum Laki-Laki

Oh darling, mereka yang menyatakan penikmat kopi adalah kalangan laki-laki pastinya orang ini tak pernah piknik ke kedai kopi. Tidak ada gender dalam dunia kopi. Di era sekarang penikmat kopi dari kalangan perempuan jumlahnya tak kalah banyak dari kalangan laki-laki. Sesekali datanglah ke kedai kopi, dan lihatlah kumpulan perempuan ngopi dengan serunya.

Barista, roaster, q-grader, hingga coffee shop owner, banyak diduduki oleh perempuan. Jika masih ada yang mengatakan kopi adalah minuman lelaki, sebaiknya sering-seringlah ngopi diberbagai tempat.

wanita kopi
credit : pixabay.com

Kedua, Penikmat Kopi Pastilah Orang Yang Perokok

Pernyataan seperti di atas jelaslah akan saya bantah secara terang-terangan mengingat banyak sekali orang yang berkecimpung di dunia kopi secara profesional justru bukanlah perokok. Banyak orang-orang yang saya kenal berprofesi sebagai q-grader dan barista tidak menyentuh rokok sama sekali. Banyak memang diluar sana yang berpendapat bahwa kopi dan rokok adalah soulmate tak terpisahkan. Tapi fakta di lapangan berkata lain, coffee people (profesional) justru sama sekali tidak merokok.

Jadi teman-teman, pernyataan ‘penikmat kopi pastilah orang yang merokok’ tidak bisa dibenarkan sepenuhnya.

Ketiga, Penikmat Kopi Pastilah Tidak Suka Minum Teh

Sejak kapan teh menjadi rival kopi? mungkin sejak orang-orang mulai beropini. Banyak juga opini yang beranggapan bahwa peminum kopi pastilah mereka yang tidak suka minum teh dan sebaliknya. Padahal pernyataan tersebut belum tentu benar adanya. Beberapa teman peminum kopi yang saya kenal justru mereka adalah peminum teh juga, bahkan tergolong ‘kelas berat’. Menurut mereka teh dan kopi adalah dua jenis minuman nikmat yang memiliki fungsi berbeda. Ada yang minum kopi untuk energi dan teh sebagai rileksasi. Ada yang minum teh di malam hari dan siangnya kopi.

Nah teman, jika pernyataan peminum teh dan kopi tidak bisa dilakoni oleh satu orang, pernyataan tersebut jelas keliru adanya, setuju yes ?! 🙂

Baiklah teman-teman, sekian dulu rangkuman saya mengenai opini-opini keliru yang beredar di Masyarakat awam, termasuk di lingkungan keluarga saya. Bila teman-teman menemukan opini keliru lainnya yang beredar di lingkungan kalian, silahkan tambahkan di komentar ya.

Salam sayang dari petani Kerinci

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini